ASYIKNYA HIDUP DI KOTA KECIL


Hidup di kota kecil memiliki dua ciri yang kontras, yakni rasa aman dan kebosanan. Dibanding kota besar, kota kecil memang menawarkan ragam kehidupan yang berbeda. Pada artikel ini Saya akan bercerita tentang pengalaman hidup saya hidup di kota Magelang. Saya memang lahir di Surabaya namun setelah itu aku hidup berpindah-pindah dari Surabaya, Blora Magelang, hingga kembali ke Surabaya. Banyak perbedaan gaya hidup dan kebiasaan dari setiap tempat, mulai dari fenomena sehari-hari, kebiasaan nongkrong, hingga gaya hidup, dan masih banyak lagi. Berikut asyiknya hidup di kota kecil, selamat menikmati.

SISI POSITIFNYA
1.      1. Antimacet
Jauh dari macet memang salah satu sisi baiknya hidup di kota kecil sehingga mau kemana-mana menjadi lebih cepat. Berbanding terbalik dengan kota besar seperti Surabaya yang sudah biasa dengan kemacetan, jelas ini salah satu kendala dalam efisiensi waktu. Pernah saya berangkat kerja yang jaraknya sekitar 5 KM (di Magelang cuma perlu 10 menit) di Surabaya perlu 30 menit karena macet. Meskipun sekarang kondisi lalu lintas di Magelang mulai sedikit padat karena perkembangan dan peningkatan jumlah penduduk.

2.     2.  Bebas Polusi
Magelang yang terletak di dataran tinggi dan tepat berada di kaki gunung memiliki cuaca yang segar. Bila cuaca cerah kita dapat melihat gunung di pagi hari. Tentu cuaca ini sangat bersahabat bagi warganya. Bila hari libur banyak warga yang memanfaatkannya untuk lari pagi, bersepeda, dan melakukan kegiatan lain.

3.      3. Banyak Objek Wisata
Ada banyak wisata alam dan objek hiburan yang dapat kita nikmati di Magelang, mulai dari mendaki gunung, area hutan pinus, rafting, candi Borobudur, taman Kyai Langgeng, dan lebih banyak lagi. Tentu hal ini menjadi daya tarik wisata lokal dan mancanegara yang akan mendatangkan keuntungan bagi warga sekitar. Apalagi lokasi yang berdekatan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat menambah pililhan objek wisata yang ada. Banyak wisatawan dari luar kota bahkan luar negeri rela menghadapi kemacetan hanya untuk datang dan menikmati keindahan alam dan objek wisata Magelang.

4.      4. Penduduk yang ramah
Budaya keramah tamahan menjadi ikon tersediri bagi daerah Magelang-Yogyakarta dan sekitarnya. Budaya ini masih erat dipegang oleh masyarakat sekitar, Suatu contoh ketika kita tidak tau jalan banyak orang yang bersedia menunjukkan arah, bahkan tidak jarang orang berbasa basi dan saling menyapa satu sama lain bila berpapasan meskipun mereka tidak saling kenal. Hal tersebut mungkin sangat sepele, namun dipercaya akan mendatangkan hal baik dimanapun dan kapanpun.


SISI NEGATIFNYA
1.     1.  Kebosanan
Kekurangan hidup di kota kecil adalah munculnya kebosanan. Fasilitas umum dan sarana hiburan sangat mau tak mau kadang menciptakan kebosanan tertentu. Sehingga bagi beberpa orang yang ingin mencari hiburan mereka harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan hiburan di Yogyakarta. Berbeda dengan di Surabaya yang bisa bebas meluncur ke bioskop saat ada film bagus yang baru dirilis tanpa harus ke luar kota.

2.      2. Cuaca Tak Bersahabat
Ini kondisi spesifik di kota Magelang memang berada di area pegunungan sehingga lebih sering diguyur hujan dan kabut. Kondisi inilah yang cukup berat bagi saya, terutama bagi orang-orang yang memiliki masalah dengan pernafasan. Bila hujan deras disertai angina kencang yang lebih parah lagi adalah listrik padam, tentu hal ini akan sangat menghambat aktivitas karena kebutuhan listrik yang menjadi kebutuhan utama pada era ini.

Komentar

Postingan Populer